APBD Sultra Tahun 2021 Masih untuk Infrastruktur

Gubernur Sultra Ali Mazi, memaparkan penjelasan tentang KUA PPAS ABPD Sultra untuk tahun 2021 dalam rapat paripurna DPRD Sultra, Senin 14 Desember malam. (Foto: Dinas Kominfo Sultra)

GATENEWS.ID: KENDARI – Tema pembangunan yang diusung Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk tahun 2021 adalah “Peningkatan Infrastruktur Dasar dan Kewilayahan serta Sumber Daya Manusia Guna Mendukung Industri, Pertanian, Pariwisata dan Investasi untuk Pertumbuhan Berkualitas”.

Tema tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi dalam Rapat Paripurna DPRD Sultra yang mengagendakan Penjelasan Gubernur atas Kebijakan Umum Serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD Tahun Anggaran 2021 di gedung dewan, Senin 15 Desember 2020 malam.

“Hal itu mengacu pada permasalahan dan isu strategis pembangunan daerah serta arah kebijakan pembangunan nasional pada tahun 2021. Tema tersebut menjadi arah pembangunan daerah yang dijabarkan ke dalam program dan kegiatan prioritas yang tertuang dalam rencana kerja pemerintah daerah tahun 2021,” kata Gubernur dalam penjelasan tertulisnya di hadapan sidang.

Sejalan dengan tema tersebut, prioritas pembangunan daerah tahun 2020 terbagi menjadi empat. Pertama, peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pemerataan akses terhadap pelayanan dasar. Kedua, peningkatan daya saing perekonomian daerah melalui peningkatan nilai tambah sektor-sektor unggulan.

Ketiga, tata kelola pemerintahan yang baik. Keempat, pengurangan kesenjangan antar wilayah melalui peningkatan infrastruktur dasar dan wilayah untuk mendukung konektivitas.

Guna mewujudkan serta merealisasikan empat prioritas pembangunan tersebut, maka ada tiga kebijakan umum pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah yang akan ditempuh. Pertama, kebijakan pendapatan daerah. Kebijakan ini diarahkan untuk peningkatan kemampuan keuangan daerah melalui optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah.

Sumber pendapatan daerah tersebut antara lain, intensifikasi pajak dan retribusi daerah sesuai dengan kewenangan. Peningkatan investasi masyarakat juga didorong, serta tetap menjaga stabilitas ekonomi daerah dan peningkatan daya saing.

“Selain itu, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan pendapatan yang bersumber dari dana perimbangan maupun penerimaan dari lain-lain pendapatan daerah yang sah,” kata Gubernur seperti dikutip dari rilis pers Pelaksana harian Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sultra, Ahmad Yasir.

Dipaparkan, dalam Rancangan Kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran 2021, pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp 4,1 triliun, yang diharapkan bersumber dari pendapatan asli daerah sebesar Rp 1,1 triliun, pendapatan transfer sebesar Rp 2,9 triliun, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 41,2 miliar.