Pembangunan Smelter PT Tiran Disambut Positif, PMKRI Sebut Solusi Tenaga Kerja Lokal

  • Bagikan
Karlianus Poasa

GATENEWS – KENDARI : Jazirah Sulawesi Tenggara terkenal kaya sumber daya alam tambangnya. Maka tak heran, para pemodal baik asing maupun domestik berbondong berinvestasi di Bumi Anoa ini. Syarat mutlak dituntut dari investasi, adalah memberi lebih banyak bagi masyarakat setempat.

Tentu saja untuk industri pertambangan, pemodal harus membangun pabrik di Sultra. Dengan begini, manfaat dari pertambangan itu juga dapat dirasakan oleh masyarakat. Terutama membuka lapangan kerja sehingga berimbas pada peningkatan kesejahteraan warga.

Salah satu yang berniat besar dan tengah mewujudkan keseriusannya adalah PT Tiran grup. Perusahaan milik orang Indonesia ini sedang dalam proses pembangunan pabrik di wilayah Kabupaten Konawe Utara. Rencana pembangunan pabrik pemurnian nickel (smelter) PT Tiran terus mendapatkan dukungan dari elemen masyarakat dan mahasiswa.

Terbaru, perusahaan yang fokus pada pemanfaatan sumber daya lokal ini mendapat apresiasi Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PP PMKRI). Pembangunan smelter dipercaya akan membuka lapangan kerja seluas-luasnya yang diperuntukan kepada tenaga kerja lokal, yang akan mengurangi angka pengangguran.

“Prinsipnya selama untuk kepentingan masyarakat lokal dan tujuannya baik, kita akan dukung langkah yang dilakukan oleh PT Tiran,” ujar Karlianus Poasa Ketua Lembaga Energi dan Sumber Daya Alam PP PMKRI, Kamis (8/7/2021).

Secara tegas, Alumni Fakultas Hukum Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) ini meminta kepada PT Tiran untuk lebih fokus pada pemberdayaan tenaga lokal.

“Kita menolak jika tenaga kerja asing yang diistimewakan, sudah waktunya masyarakat pribumi menjadi tuan di negaranya sendiri, kita yang punya sumber daya alamnya, dan kita percaya masyarakat kita punya kemampuan yang tidak kalah dengan tenaga kerja asing,” tegasnya.

Mantan Ketua PMKRI Kendari ini, kini menjadi tokah pemuda Sulawesi Tenggara yang berkiprah di tingkat nasional. Menurutnya, jika pembangunan smelter terlaksana, pasti akan berbanding lurus dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan peningkan ekonomi daerah.

“PT Tiran harus menjadi pembeda, dan kami yakin semua pihak akan menyambut baik rencana yang baik untuk mendirikan pabrik ini,” lanjut pria yang disapa Charli ini.

Izin pembangunan pabrik PT Tiran ini sendiri telah dilengkapi dan tertuang dalam IPPKH No SK.301/KLHK/Setjen/PLA.0/6/2021. Serta izin usaha pertambangan (IUP) No. 255/I/IUP/2021.

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pun mengakui bila kelengkapan izin PT. Tiran Mineral sudah ada dan lengkap.

Tiran Grup telah melakukan investasi besar-besaran dalam kawasan industri berbasis smelter nikel. Sebagai tahap pertama, perusahaan rising star yang sedang tumbuh pesat di wilayah timur Indonesia ini telah menandatangani kontrak pembangunan satu dari empat line smelter senilai Rp4,9 triliun, antara PT Andi Nurhadi Mandiri (ANDM) dengan Tonghua Jianxin Technology Co. Ltd asal China.

Editor: Gugus Suryaman

  • Bagikan