Pembangunan Smelter PT Tiran Mendapat Dukungan Aktivis LSM Senior, Simak Empat Alasannya

  • Bagikan
Abdul Haris Palisuri

GATENEWS – KONAWE UTARA : Rencana pembangunan smellter tambang nikel PT Tiran Grup melalui anak usahanya PT Tiran Mineral, makin mendapat dukungan. Salah satu yang paling getol menyoroti rencana tersebut dulunya, adalah Abdul Haris Palisuri, salah satu aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) lingkungan senior di Sulawesi Tenggara. Kini, dia telah memberi dukungan penuh.

Menurutnya, PT Tiran grup hadir untuk melawan dominasi Penanaman Modal Asing (PMA). Menanggapi aksi-aksi berkaitan dengan rencana pembangunan smelter di Kabupaten Konawe Utara, Harris Palisuri mengemukakan pendapat berbeda.

“Selama kehadiran pembangunan smelter tidak merugikan rakyat dan lingkungan hidup setempat, dan ada jaminan kehadiran smelter meningkatkan taraf hidup rakyat miskin di Konut, saya mendukung,” katanya, Senin (21/6/2021).

Abdul Harris Palisuri merupakan Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Amatra) sekaligus Direktur LSM Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sultra periode pertama.

Beberapa bulan lalu, ia sempat memprotes langkah PT Tiran Indonesia menangani unjuk rasa warga masyarakat adat Langgekima Konut. Namun kini berbeda, ia menuturkan beberapa poin alasannya mendukung pembangunan smelter Tiran di Konut;

PERTAMA, Sultra ini ditakdirkan menjadi episentrum nikel Indonesia dan miliki cadangan nikel terbesar di dunia. Maka bentuk kesyukuran atas SDA ini, pemerintah utamanya Pemda
harus memastikan bahwa penduduk Sultra dijamin sejahtera. Tapi kalau masih ada peminta-minta di lampu merah, maka Pemda akan berurusan dengan Tuhan.

KEDUA, pengelolan nikel sampai saat ini, yang mengambil manfaat dan keuntungan terbesar atas biji nikel Sultra adalah PMA (Penanaman Modal Asing) baik yang di Morosi (Konut) maupun yang di Morowali termasuk tenaga kerjanya didatangkan dari luar (seperti dari China).

KETIGA, dari data investasi di Sultra, Tiran Group membuktikan sebagai pengusaha pribumi
mampu realisasikan Rp5 triliun Investasi Pabrik Gula Bombana. Dari data ini, saya optimis bahwa Tiran Group mampu membangun Smelter dalam skema PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri), dan harus didukung sebagai tandingan melawan PMA (Penanaman Modal Asing).

Sehingga kedepan kita tidak disesaki lagi dengan kedatangan tenaga kerja dari negara China yang masuk ke Sultra terutama di Konawe Utara. Cukuplah Smelter Morosi (Konawe) jadi pengalaman pahit bagi tenaga kerja lokal dari penduduk asli Konawe.

KEEMPAT, untuk itu saya berharap kepada masyarakat sipil terutama di Konut, untuk
terlibat dan atau dilibatkan langsung atau tidak langsung mengawal dan memastikan bahwa
pembangunan smelter tersebut tidak merugikan rakyat setempat, memastikan jaminan pemulihan lingkungan, dan memastikan keadilan bagi pelibatan kemitraan untuk pengusaha lokal sultra terutama pengusaha lokal di Konut.

Editor: Gugus Suryaman

  • Bagikan