Dianggap Meresahkan, HIPPAMMOR Tolak Beredarnya Kamus Bahasa Daerah Suku Tokotua

  • Bagikan
Kamus Bahasa Daerah Suku Tokotua. (Foto: dok)

GATENEWS-BOMBANA: Beredarnya kamus bahasa Tokotua dikecam keras Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Moronene (HIPMAKOR) Kabupaten Bombana. Himpunan menanganggap, sejak dahulu jauh Sebelum Bombana mekar, Suku Asli Kabaena adalah Suku Moronene.

Hanya pada saat tahun 1986 pemerintah telah mencatat Jumlah Suku dan Sub Suku di Indonesia, disinilah klaim ada Suku Tokotua Kabaena.

“ini adalah Kekeliruan besar. Mesti nya Sebuah karya apalagi kamus bahasa daerah haruslah melibatkan Semua Unsur, Pemerintah Daerah, Sejarawan,pemangku adat, Budayawan, Tetua Moronene, lembaga adat Moronene Kabaena, unsur pemuda, akademisi serta harus melalui riset ilmiah yang mendalam dan serangkaian penelitian,” ujar Rezki Hendra, Ketua Umun Hippammor Sultra.

Putra asli Kabaena ini mengungkapkan, beredarnya kamus ini merupakan tindakan memalukan dan dapat memecah belah kesatuan Suku kita Moronene, yang mendiami daerah Rumbia, Poleang, Kabaena.

“Karena dampak sosialnya telah membuat Gaduh di Internal kita sendiri atas respon ketidaknyamanan terhadap kamus bahasa daerah Suku Tokotua tersebut,”katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Hippammor akan melakukan beberapa langkah kongkret, diantaranya, menscreenshot percakapan di media Sosial sebagai bahan lampiran dan kajian,

Kemudian, menyurat kepada Lembaga Adat Moronene Kabaena agar mengambil langkah – langkah penghentian peredaran karya cetak yang di maksud , serta meminta penulisnya untuk mengklarifikasi.

Selanjutnya, menyurati komunitas intelektual yang diteruskan kepada pengurus RKM Sultra dan Lembaga Adat Moronene , Poleang serta Rumbia agar di sikapi dan di selesaikan secara internal.

“Bila hal ini tidak di indah kan maka HIPPAMMOR tidak menutup kemungkinan akan memboikot dan mensweeping kamus bahasa daerah tersebut bila tetap juga ngotot di cetak dan di edarkan,” ancamnya.

Penulis: Ardian

  • Bagikan