Tak Dapat Respon KONI Sultra, Atlet Asal Konawe Utara Ini Persembahkan Emas untuk DKI di PON Papua

  • Bagikan
Ardan (jaket merah), atlet kriket asal Sultra yang meraih emas untuk DKI Jakarta. (Foto: ist)

GATENEWS – KONAWE : Provinsi Sulawesi Tenggara tak dapat diremehkan. Selain memiliki kandungan tambang yang melimpah di perut buminya, juga memiliki olahragawan yang mumpuni di atas buminya.

Sebut saja atlet olahraga dayung, sepak bola, bulu tangkis, dan lainnya. Kita mengenal Sadil Ramdani, pemain sepakbola Timnas Indonesia asli Sultra yang berkarir di Pulau Jawa. Lalu ada Apriani Rahayu, yang baru-baru ini mengharumkan nama bangsa di Olympiade Tokyo 2020.

Siapa sangka, Sultra juga ternyata punya pemuda berprestasi di olahraga Kriket. Namanya Ardan (28), dari Desa Wiwirano Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara (Konut). Ia meraih medali emas dalam pertandingan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Rabu (29 /9/2021). Sayangnya, ia mewakili Provinsi DKI Jakarta, bukan Sulawesi Tenggara yang notabene kampung halamannya.

Ardan bersama atlet tim kriket DKI Jakarta berhasil menyabet medali emas setelah mengalahkan Tim Kriket asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Ardan mengakui prestasi ini berkat doa dari orang tua dan keluarga.

“Pada intinya keluarga terutama istri juga, kebetulan istri lagi mengandung dan terkhususnya untuk  DKI Jakarta dan Sulawesi Tenggara, yang jelas sangat mendukung dan mereka happy,” katanya pada media ini, Jumat (1/10/2021).

Pria asal Oheo itu menjelaskan, alasan ia membela tim kriket DKI Jakarta untuk meraih medali emas, sebab Sultra belum mempunyai tim. Apalagi ia sedang menempuh pendidikan di Jakarta.

“Seiring berjalannya waktu sambil kuliah, saya mengikuti latihan di Jakarta. Memang pada waktu itu sempat pulang untuk Sultra, tapi tidak ada respon dari KONI Sultra untuk saya mengenalkan kriket di sana,” katanya.

Meski merupakan asli warga Oheo Konawe Utara, ia tidak dapat membela Sulawesi Tenggara. “Sulawesi Tenggara kan belum punya tim. Jadi, saya membela tim DKI Jakarta,” jelasnya.

Ia berharap olahraga kriket ini bisa berkembang di Provinsi Sultra. Ia berniat ingin mengembangkan olahraga Kriket di Sultra kelak.

“Karena olahraga ini sangat berpeluang untuk meraih medali kejuaraan-kejuaraan di tingat nasional, khususnya untuk Provinsi Sultra. Muda-mudahan dengan saya mengenalkan olahraga ini bisa berkembang di tanah kelahiran saya,” katanya.

Ardan saat ini bekerja sebagai guru olahraga honorer di DKI Jakarta. Dia mengaku sudah melakukan pertandingan di PON  untuk kedua kalinya. Selain itu, pernah mengkuti pertandingan di luar negeri.

“Emas pertama saya itu di Jawa Barat tahun 2016. Tapi, saya pernah menang medali perak dan perunggu di Singapore dan Urugai, pertandingan saya lakukan keluar negeri masih ada lagi,” ucapnya.

Laporan : Ilfa
Editor : Gugus Suryaman

  • Bagikan