Karhutla di Koltim, Polda Sultra Turun Tangan

  • Bagikan
Upaya Pemadaman Kebakaran Lahan di Kolaka Timur. (Foto Andar YGateNews.Id)

GATENEWS – KOLAKA TIMUR: Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kolaka Timur terus dilakukan. Tak terkecuali langkah yang diambil Satgas Ops Bina Karuna Anoa Polda Sulawesi Tenggara.

Desa Tinondo, Kecamatan Lalolae, Kabupaten Kolaka Timur menjadi lokasi kebakaran lahan gambut yang masih diupayakan untuk dipadamkan dengan pengerahan personel satgas yang dibentuk Polda Sultra.

Gabungan Anggota Satgas Ops Bina Karuna II Anoa, Manggala Agni, dan personel Polres Kolaka yang dipimpin Kabag Binops Direktorat Binmas Polda Sultra, AKBP Arief Gunawan berupaya memadamkan api yang menjalar di lahan gambut, Jumat (20/9/19).

“Lokasi yang terbakar merupakan areal lahan gambut dan bagian dari perkebunan sawit,” terang AKBP Arief yang juga bertindak sebagai Wakaopsda.

Angin kencang menjadi penyebab api cepat membesar dan melahap lahan gambut, sehingga personel kepolisian terus siaga dan menetap di lokasi.

AKBP Arief menjelaskan hingga kini personel Satgas Ops Bina Karuna yang ditempatkan di lokasi sebanyak 30 personel dan telah berada di sana selama lima hari untuk melakukan pemadaman di beberapa titik api yang telah dideteksi.

Namun, kendala teknis berupa peralatan yang kurang memadai rupanya menjadi hambatan bagi personel saat bersama dengan Satgas Manggala Agni. Selang untuk memadamkan api yang tidak dapat menjangkau sumber api dan cukup jauh dari kanal air menjadi sandungan.

“Hotspot atau titik api, tidak bisa dijangkau oleh sumber air yang letaknya cukup jauh, panjang selangnya hanya 100 meter saja. Upaya yang dilakukan hanya melokalisir agar tidak melebar ke pekarangan dan lahan warga,” terangnya.

Sejauh ini perlengkapan dan peralatan untuk pemadaman serta kendaraan operasional disiapkan Satgas Manggala Agni Sultra dan Satgas Ops Bina Karuna.

Kendala lain, belum maksimalnya peran pemerintah setempat melalui BPBD Kolaka Timur Serta Satgas Manggala Agni Daops Sultra dalam upaya pemadaman di lahan yang berada di wilayah perkebunan sawit perusahaan.

Terik matahari semakin mendukung lahan mudah dilalap api. Para personel juga harus berjalan kaki sejauh 2 km hingga ke lokasi kebakaran.

“Sejauh ini dampaknya kabut asap dari kebakaran mengganggu masyarakat di Kecamatan Lalolae. Efeknya cukup signifikan, sudah ada yang terkena ISPA,” kata AKBP Arief.

Selain memadamkan api, antisipasi dan langkah pencegahan dilakukan personel Ops Bina Karuna dengan melakukan penyuluhan terutama kepada warga di sekitar hutan agar tidak membuka lahan dengan cara melakukan pembakaran.

Laporan: Andar Y

  • Bagikan