Kemenkumham Sultra Berganti Pimpinan, Pejabat Lama Tinggalkan PR

Kemenkumham Sultra Berganti Pimpinan, Pejabat Lama Tinggalkan PR

GATENEWS.ID: KENDARI – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhukham) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berganti sejak 30 Desember 2020 lalu. Kakanwil sebelumnya, Sofyan, dipindahtugaskan menjadi Kakanwil Kemenkumham Kalimantan Timur.

Kini pucuk pimpinan kantor Kemenkumham Sultra dipegang oleh Silvester Sili Laba, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara.

Kakanwil lama menyatakan rasa terima kasihnya atas kerja sama yang baik selama masa tugasnya. Dalam penilaiannya, instansi yang dipimpinnya sangat bersinergi dengan pemerintah daerah.

“Empat tahun saya bertugas di Sultra, banyak hal yang telah dikerjakan. Semuanya tidak lepas dari kerja sama yang baik bersama pemerintah daerah,” kata Sofyan.

Sedangkan kakanwil baru, Silvester Sili Laba menyampaikan, di era kepemimpinannya, apa yang telah dirintis sebelumnya akan terus dilanjutkan. Dikatakan, salah satu pekerjaan rumah Kanwil Kemenkumham Sultra adalah membangun Lapas Perempuan dan Anak di kawasan Nanga-Nanga, Kota Kendari.

“Pada prinsipnya, kita akan terus membangun kehangatan kerja bersama pemerintah daerah dan Forkopimda,” ujarnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Gubernur mengungkapkan bahwa proses pergantian pimpinan dalam tatanan organisasi pemerintahan merupakan hal yang lazim dilaksanakan sebagai salah satu upaya penyegaran perangkat organisasi. Diharapkan, organisasi dapat tetap berjalan dalam keselarasan dan keseimbangan sesuai tujuan organisasi itu sendiri.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sultra, saya menyambut baik dan mengapresiasi sembari berharap, semoga jajaran Kanwil Kemenkumham semakin profesional melayani seluruh lapisan masyarakat dalam urusan hukum dan HAM, serta dapat terus menjadi mitra strategis bagi seluruh komponen bangsa,” kata Gebernur.

Kepada pejabat lama maupun pejabat baru, Gubernur menitip pengharapan. Kepada pejabat lama, Gubernur menyampaikan “selamat berpisah” untuk melaksanakan tugas di tempat baru. Sekaligus menyampaikan permohonan maaf jika selama berinteraksi terdapat hal-hal yang kurang berkenan.