Nur Alam Bicara Soal Mafia Tambang: Taruhan Penjara atau Nyawa

  • Bagikan
Nur Alam

GATENEWS – KENDARI : Gubernur Sulawesi Tenggara dua periode (2008-2013 dan 2013-2018), Nur Alam, tampaknya greget terhadap persoalan tambang di Bumi Anoa ini. Kasus PT Toshida yang bermuara pada penahanan dua mantan pejabat di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sultra Juni 2021 lalu, memantik dia untuk berbicara, melalui tulisan, dari balik jeruji Penjara Sukamiskin.

Seperti diketahui, politisi PAN itu dijebloskan ke lembaga pemasyarakatan, juga tekait kasus perusahaan tambang. Ia mensinyalir, pemenjaraan dirinya adalah ulah sekelompok geng mafia yang tidak sejalan dengan cara berpikirnya. Nur Alam bahkan meminta aparat penegak hukum untuk melakukan aksi sapu bersih tanpa tebang pilih. Mulai dari kabupaten.

Ads

Berikut tulisan Nur Alam yang diterima pada Senin (5 Juli 2021), yang redaksi Gatenews muat utuh tanpa penyuntingan.

Nyawa, Penjara, atau Jadi bagian Mafia
Sebuah Refleksi

Oleh:
H. Nur Alam, S.E., M. Si.
Gubernur Sulawesi Tenggara 2008-2013 dan 2013-2018

Sulawesi Tenggara adalah provinsi yang kaya akan sumber daya alam, baik di sektor pertanian, perikanan, peternakan, pariwisata, dan juga budaya. Di sektor tambang berlimpah nikel, emas, aspal, dan hasil tambang lainnya.

Kekayaan alam strategis di bidang pertambangan khususnya nikel (ore) nilai depositnya sekitar 97,4 miliar ton (asumsi harga $25/ton) bernilai sekitar Rp. 23,1 ribu triliun. Aspal curah di Pulau Buton memiliki deposit sekitar 3,8 miliar ton (asumsi harga Rp. 480.000/ton) nilainya sekitar Rp. 1,841 triliun. Sedangkan tambang emas yang dimiliki oleh Sultra diperkirakan depositnya mencapai sekitar 1,125 juta ton (asumsi harga Rp. 270.000/gram) bernilai Rp. 303,75 ribu triliun.

Semua kekayaan alam melimpah yang dimiliki Sultra itu akan membawa kesejahteraan di masa depan, dan juga membuat Sultra menjadi daerah yang lebih maju dibanding daerah lain. Sultra juga akan dapat berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Bahkan, Sultra bisa sangat terkenal di dunia internasional. Di satu sisi semua potensi alam yang berlimpah itu adalah anugerah dari Allah SWT, namun di sisi lain bisa berubah menjadi musibah bila keberadaan dan keberlangsungannya tidak dijaga dan dikelola dengan baik dan benar.

Presiden Soekarno pernah mengatakan, “Kelak negara di dunia akan iri terhadap kekayaan Indonesia.” Barangkali itulah yang terjadi sekarang ini. Kekayaan alam yang berlimpah yang dimiliki negeri ini justru menjadi ancaman serius karena banyak sekali pihak (asing) yang berebut untuk menguasainya.

Sasaran Mafia
Biasanya, kita melihat tema-tema tentang kelompok kejahatan terorganisir seperti mafia hanya di film-film Hollywood. Meski biasanya lebih banyak memotret tentang mafia di Italia sebutlah film berjudul “God Father”, namun sebenarnya kelompok kejahatan terorganisir ini juga terjadi di banyak negara seperti di Meksiko, Kolumbia, Serbia, dan lainnya.

  • Bagikan