Selidiki Desa Fiktif di Konawe, Polda Sultra Tunggu BPKP Sultra

ilustrasi

GATENEWS-KENDARI: Sebanyak 57 saksi sudah diperiksa Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulawesi Tenggara dalam perkara desa fiktif di Kabupaten Konawe. Dari hasil pemeriksaan tersebut terdapat 23 desa tidak sesuai prosedur dengan menggunakan dokumen yang tidak sah.

Kepala Sub Bidang PID Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh, mengatakan dari 56 desa fiktif sesuai laporan terdapat 23 desa yang tidak terdata di Kementerian Dalam Negeri maupun di Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Kami juga sudah memeriksa saksi – saksi atas kasus itu sebanyak 57 orang, termasuk di dalamnya saksi ahli pidana hukum dan ahli administrasi negara,” kata Kompol Dolfi Kumaseh.

Ia mengungkapkan, temuan tim penyidik kepolisian serta Inspektorat Provinsi Sultra terdapat 2 desa di dua kecamatan di Konawe tidak memiliki wilayah, penduduk, kepala desa, serta tidak memiliki struktur organisasi perangkat desa.

“Penyidik sudah melakukan penyidikan lapangan bersama ahli konstruksi dan sejauh ini dua desa di Konawe itu tidak ada alias fiktif,” ujar Dolfi.

Untuk pengembangan dari penyidikan itu juga beberapa dokumen disita petugas kepolisian guna dijadikan barang bukti.

“Hingga kini penyidik Polda Sultra belum menetapkan tersangka atas kasus itu karena masih menunggu hasil audit dari BPKP Perwakilan Sultra,” tutupnya.

Laporan: Andar Y