Bahagianya Warga Petoaha, Kampung Bajo yang Dulu Kumuh Sekarang Jadi Lebih Keren, Makasih Pak Wali

  • Bagikan
Kota Kendari (Foto: Gugus Suryaman/GN)

GATENEWS – KENDARI : Kalau empat atau tiga tahun lalu Kamu berkunjung ke Kampung Bajo di Kelurahan Petoaha Kecamatan Abeli (sekarang masuk Kecamatan Nambo), akan berpikir berkali-kali untuk kembali datang di tempat itu, kecuali sebagai warga setempat. Bisa jadi Kamu akan kehilangan selera untuk bermain di sana, apalagi untuk jadi lokasi swafoto.

Bukan bermaksud mendiskreditkan loh ya, tapi memang layaknya kampung pesisir yang tak terurus, rasa-rasanya tidak berlebihan jika menyebutnya kumuh dan terpinggirkan. Letaknya yang jauh dari pusat pemerintahan, sepertinya membuat Pemerintah Kota Kendari masa itu enggan menata kawasan ini. Apalagi tidak ada sumber kehidupan lain di daerah ini selain sebagai nelayan tradisional.

Kampung Bajo Petoaha, dihuni 1.908 warga Kendari. Ada 531 kepala keluarga yang tersebar di 12 RT dan 5 RW. Menurut penjelasan Lurah Petoaha, Muhammad Ichsan, mayoritas warganya bekerja sebagai nelayan tangkap dan budidaya.

Tampilan salah satu sisi Kendari Waterfront City (Foto: Gugus Suryaman/GN)

Petoaha yang dulunya semrawut, kini berhasil di-remake oleh Pemerintah Kota di bawah kepemimpinan Sulkarnain Kadir, sebagai kampung ceria nan asri dan ciamik. Kawasan pesisir ditata ulang menjadi lebih trendi, bergaya kontemporer, dan tentu saja tampak keren. Mau berfoto selfie? Ayok!

Daerah nelayan ini sekarang memiliki taman yang dilengkapi sejumlah sarana olahraga seperti jogging track, arena skateborad, parkour, lapangan bulutangkis, taman bunga, hingga area nongkrong.

Diakui warga setempat, perubahan wajah Kampung Bajo yang kini dikenal dengan nama Kendari Waterfront City ini sangat signifikan. Sehingga membawa dampak kebahagiaan bagi masyarakat yang menghuni daerah ini sejak puluhan tahun lalu.

“Kita bersyukur Alhamdulillah saat ini Pemerintah Kota Kendari telah menyulap kompleks tempat tinggal kami menjadi sangat indah. Dengan adanya taman di tiap RW membuat tempat kami semakin cantik,” kata warga Petoaha bernama Syukur (56) dengan wajah sumringah pada wartawan, Selasa (7/9/2021).

Pernyataan itu ditimpali seorang ibu bernama Uni (47) di tempat yang sama. Menurutnya, kepedulian Walikota Kendari pada Kampung Bajo sangat luar biasa.

“Kita warga sangat bahagia punya walikota yang peduli dengan kami,” ujar Uni.

Tampilan salah satu sisi Kampung Bajo setelah di-remake (Foto: Gugus Suryaman/GN)

Perubahan tampilan ini juga membawa pengaruh ekonomi bagi warga Kampung Bajo. Diakui Lurah Petoaha, Ichsan, wajah baru kelurahannya cukup membantu peningkatan ekonomi warga.

“Dengan adanya program penataan kawasan kumuh yang dicanangkan oleh Bapak Walikota, sangat membantu peningkatan sosial ekonomi warga,” katanya.

Penataan kawasan kota merupakan salah satu dari sembilan program prioritas Pemkot Kendari untuk mencapai Visi Menjadi Kota Layak Huni Berbasis Ekologi dan Teknologi Informasi, yang digaungkan walikota saat akan memerintah Kota Kendari. Yakni dengan meningkatkan kualitas ruang publik untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

Walikota Sulkarnain menjelaskan, bahwa penataan dilakukan untuk menghadirkan lingkungan yang layak huni bagi masyarakat.

“Kita menginginkan wilayah pesisir seperti Petoaha menjadi layak huni dan tentunya menjadi nilai lebih bagi masyarakat. Kita berharap warga sekitar bisa menjaga dan merawat sehingga kita bisa terus meningkatkan setiap tahunnya,” ucap Pak Wali beberapa waktu lalu.

Editor: Gugus Suryaman


(dari berbagai sumber)

  • Bagikan