Penyatuan Pemuda KNPI Saat Ini Takkan Mungkin Terjadi

  • Bagikan
Ketua MPI Fahd El Fouz Arafiq (kiri) bersama Ketua DPD KNPI Sultra La Ode Umar Bonte (kanan) yang digadang-gadang sebagai Bendahara Umum DPP KNPI periode 2021-2024. (Foto: Gugus Suryaman/GN)

GATENEWS – LOMBOK : Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) di bawah komando Abdul Aziz menyelenggarakan Kongres Nasional XVI Pemuda/KNPI di Hotel Raja Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 20-23 September 2021.

Hadir Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Fahd El Fouz Arafiq bersama Sekretaris Ilyas Indra dan MPI lainnya, para pengurus DPP serta 34 DPD KNPI Provinsi dari seluruh Indonesia. Hadir pula perwakilan dari 191 organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) yang bersatatus peserta penuh, 26 OKP peninjau, dan 12 OKP undangan.

Ketua MPI, Fahd Arafiq mengungkapkan, bahwa wacana penyatuan pemuda KNPI yang terpecah-pecah saat ini akan susah terjadi. Sebab inisiatif penyatuan empat DPP, yang semula sangat disambut antusias kini tak dihargai oleh kubu-kubu yang memisahkan diri. Sehingga Fahd sebagai MPI sekaligus inisiator penyatuan pemuda menginstruksikan Abdul Aziz dan jajarannya untuk sesegera mungkin mengambil langkah kongkrit menjaga marwah organisasi sesuai mekanisme yang sah.

“Kebetulan juga periodenya Bang Aziz ini sudah selesai bulan ini, maka kita langsung laksanakan kongres. Saya minta Sekretaris MPI Bung Ilyas Indra untuk memimpin streering commite, agar kongres berjalan efisien dan damai,” ujar Fahd El Fouz Arafiq saat memberi sambutan di Kongres, Senin (20/9/2021).

Kongres Pemuda lantas melahirkan Raden Andreas Nandiwarhana sebagai Ketua Umum DPP KNPI Periode 2021-2024. Andreas terpilih secara aklamasi, setelah melalui sidang pleno yang disetujui 34 DPD Provinsi dan 191 OKP peserta penuh.

Visi yang diusung Raden Andreas adalah “Pemuda Mari Bersatu dan Maju Bersama Demi Cita-cita Pembangunan Indonesia Seutuhnya”. Ia lantas diberi tanggungjawab sebagai ketua formatur untuk menyusun kepengurusan DPP KNPI Periode 2021-2024.

Bagaimana dengan KNPI Sulawesi Tenggara?

Ketua Steering Committee Kongres XVI Pemuda/KNPI di Lombok, yang juga Sekretaris MPI Ilyas Indra menegaskan, bahwa DPP hanya mengakui kepemimpinan La Ode Umar Bonte sebagai DPD KNPI Sulawesi Tenggara. Sehingga peserta Kongres XVI yang diutus mewakili DPD Sultra adalah pemegang rekomendasi dari Umar Bonte.

“Yang dikirim adalah saudara Hendrawan sebagai delegasi Sulawesi Tenggara. Mandat yang masuk ke panitia kongres di SC dari DPD Sultra. Hanya itu memang surat yang masuk,” terang Ilyas kepada wartawan media ini, Selasa (21/9/2021).

Panitia, kata Ilyas, hanya mengirimkan undangan peserta Kongres kepada Umar Bonte. Sebab sampai hari pelaksanaan Kongres, panitia belum menerima SK DPD KNPI Sultra selain kepengurusan UB (panggilan akrab La Ode Umar Bonte).

“Memang ada info mereka ada SK segala macam, tapi kita belum lihat sampai pelaksanaan kongres. Dan memang surat yang resmi dari DPD ya kepemimpinan Umar Bonte untuk Sulawesi Tenggara. Sampai hari ini masih Umar Bonte,”

Dalam waktu dekat, sambung Ilyas, KNPI akan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) di Sulawesi Tenggara. DPP tidak mengakui adanya Musda selain yang digelar oleh kepengurusan Umar Bonte.

  • Bagikan