Gubernur Ali Mazi: Wakafkan Jiwa Raga untuk Kemanusiaan

  • Bagikan
Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi SH

GATENEWS.ID – Sejak diterbitkan Keputusan Presiden nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, pada 13 Maret 2020, Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, selaku Ketua Gugus Tugas Provinsi Sulltra mengingatkan dan menekankan kepada seluruh koordinator dan anggota Satgas untuk bekerja keras dan ikhlas.

Menyikapi situasi penyebaran virus Corona yang mencemaskan, Gubernur Ali Mazi mengambil langkah cepat membentuk Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Provinsi Sulawesi Tenggara berdasarkan Surat Keputusan Nomor 234 Tahun 2020.

Ads
Posko Terpadu Satgas Covid-19 Provinsi Sultra yang terletak di jantung Kota Kendari untuk memudahkan koordinasi penanganan penyebaran Corona. (Foto: ist)

Ali Mazi pun menjelaskan landasan kerja Satgas Gugus Tugas Covid-19 Sulawesi Tenggara adalah Keputusan Presiden nomor 12 tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid 19) sebagai Bencana Nasional, dan Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid 19).

Salam Corona yang dipraktekkan Gubernur-Wagub dan Forkopimda Sultra usai rapat Satgas Covid-19 Sultra di Rujab Gubernur. (Foto: ist)

Bahkan Ali Mazi mengajak Satgas Gugus Tugas Covid-19 ikhlas mewakafkan jiwa dan raga untuk membantu pencegahan dan penanganan virus Corona demi keselamatan nyawa warga Sulawesi Tenggara. Karena kita bekerja untuk mengabdi kepada daerah, bangsa dan negara kita Republik Indonesia.

“Olehnya itu, ikuti aturan sesuai protokoler masing masing Satgas Gugus Tugas Covid 19. Saya turut prihatin dan sedih khususnya kepada satgas kesehatan yang bekerja dengan tulus dan ikhlas yang berhadapan dengan pasien yang orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) hingga seseorang yang terkonfirmasi positif terpapar virus Corona,” ujarnya.

“Ya mau apa lagi itu resiko pekerjaan. Kalian itu adalah pejuang dan pahlawan sebagai garda terdepan yang mempertaruhkan nyawa kalian dan meninggalkan keluarga di rumah berminggu minggu. Kalau tidak ada para medis virus Corona, sulit dibayangkan apa yang akan terjadi, makanya kalian tim para medis sebagai pejuang sekaligus pahlawan Covid-19 yang akan dikenang sepanjang masa dan pantas diberikan reward atau penghargaan berupa insentif atau tambahan penghasilan kedaruratan Covid-19 sebagaimana diatur oleh pemerintah,” umbuh Ali Mazi.

Peninjauan Posko Terpadu Penanganan Covid-19 Provinsi Sultra oleh gubernur dan Kapolda Sultra. (Foto: ist)

Bagi Satgas pendukung lainnya, dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid-19, ia berpesan agar tetap optimis bekerja. Karena yang juga bekerja di luar tim medis kesehatan, diantaranya tim sosialisasi dan himbauan Covid-19 untuk memutuskan rantai virus yang mematikan Covid 19, tim pemakaman jenazah Covid, tim menerima dan mendistribusi segala bantuan Covid, tim informasi dan komunikasi publik, tim ketahanan pangan, tim perhubungan darat, laut dan udara, tim TNI dan Polri, tim anggaran Refocusing Covid-19, tim Forkopimda Sultra, dan tim awak media cetak, elektronik dan online serta tim lintas agama, tokoh masyarakat, relawan Covid dan lainnya, bahu membahu, bekerjasama memerangi, mencegah agar virus Corona dapat terkendali dan cepat berakhir serta meminimalisir korban terpapar di Bumi Anoa yang dicintai dan banggakan ini.

“Sudah hampir 3 bulan kita bergelut dengan suasana tidak menentu karena pandemi virus Corona yang kita tidak mengetahui kapan berakhirnya, dan sudah pasti juga terdapat kekurangan dalam penanganan pencegahan dan percepatan Covid-19 di Sulawesi Tenggara. Selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 meminta dukungan kepada seluruh elemen masyarakat, baik yang berada di Sulawesi Tenggara maupun diperantauan untuk bersama mendoakan, memberikan solusi, dan bukan saling menyalahkan,” ucapnya.

Sekda Provinsi dan Kepala Dinas Kominfo Sultra melakukan koordinasi untuk penanganan Covid-19 di Sultra. (Foto:ist)

Kehadiran kita diharapkan untuk membantu saudara yang terpapar, baik bantuan moral maupun moril agar pandemi virus Corona cepat berakhir dan geliat ekonomi kembali pulih.

Pemerintah dan masyarakat Sulawesi Tenggara menjadi Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur, merupakan keadaan negeri yang menjadi dambaan dan impian seluruh manusia dengan negeri yang selaras antara kebaikan alam dan kebaikan perilaku penduduknya.

Bantuan Mengalir

  • Bagikan