Hanya dengan Rp1 Juta, Nasabah Bank Muamalat Sudah Dapat Porsi Haji

  • Bagikan
Customer Services Bank Muamalat Kendari melayani nasabah. Bank Muamalat telah meluncurkan produk pembiayaan Prohajj. (Foto: dok)

GATENEWS – KENDARI : Saat ini daftar tunggu keberangkatan haji untuk wilayah Sulawesi Tenggara sudah mencapai 24 tahun lamanya. Program pembiayaan pun menjadi sasaran utama untuk dapat memperoleh porsi tersebut.

Untuk memudahkan nasabah memperoleh porsi haji, Bank Muamalat Indonesia meluncurkan produk baru yakni pembiayaan Multiguna Prohajj. Produk itu telah disetujui oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan peluncurannya.

Dijelaskan Fitrawan, Branch Manager Bank Muamalat Kendari, produk pembiayaan prohajj tersebut hanya dengan Rp1 juta nasabah sudah memperoleh Porsi Haji.

“Fokus produk ini yakni pembiayaan dengan tujuan memperoleh porsi haji, untuk kemudahannya nasabah dapat melakukan pembiayaan haji tanpa harus datang ke kantor,” kata Fitrawan.

Hanya melalui aplikasi atau link yang telah disiapkan, nasabah dapat memanfaatkan program dari Bank Muamalat tersebut. Nasabah dapat mengajukan pembiayaan dari rumah tanpa harus ke kantor dengan memenuhi persyaratan yang ada.

Pada segmen pembiayaan, Multiguna Prohajj menyasar calon nasabah pegawai, baik karyawan tetap maupun karyawan tidak tetap, wirausahawan, dan tenaga profesional.

Pengajuan ini juga memungkinkan nasabah untuk melakukan akad tanpa harus tatap muka. Karena di tengah pandemi ini, tatap muka sangat dikurangi untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Pembiayaan tersebut, memberikan plafond per nasabah maksimal Rp100 juta atau setara empat porsi haji sehingga pemohon dapat mendaftarkan pasangan maupun keluarga lain.

“Bank Muamalat akan terus mendekatkan diri kepada nasabah meskipun di tengah pandemi,” imbuh Fitra.

Syaratnya pun cukup mudah, cukup melampirkan KTP, slip gaji, NPWP, mutasi rekening bagi wirausaha.

“Insyaallah BMI terus mengawal masyarakat dan nasabah untuk program haji muda yang mana program tersebut adalah program dari BPKH dan BMI ikut memberikan support,” katanya.

Produk ini memiliki jangka waktu mulai dari 12 bulan hingga 60 bulan, sehingga dapat meringankan beban nasabah atau angsuran dalam proses penndaftaran porsi haji.

Editor: Gugus Suryaman

  • Bagikan