Alasan Himpitan Ekonomi, Warga di Konawe Nekat Curi Traktor

  • Bagikan

GATENEWS-KONAWE: Polres Konawe berhasil meringkus enam pelaku pencurian spesialis alat dan mesin pertanian di Desa Kasumewuho, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Selasa (14 /8/2021), lagi, desakan ekonomi menjadi alasan pelaku melancarkan aksinya.

“Pelaku tindak pidana pencurian yakni TA (47), MI (37), SU(50), HP (45), SD (50), SM (45). Sedangkan satu pelaku masih buron,” ungkap Kapolres Konawe, AKBP Wasis Santoso kepada awak media.

Kronolgis pencurian tersebut, bermula, Senin tanggal 30 Agustus tahun 2021 sekitar jam 13.00 wita tersangka MI menelpon tersangka SU untuk menanyakan kendaraan yang akan digunakan untuk di gunakan ke Kolaka Timur.

Diperjalanan, saat istirahat, tersangka SU malah mengajak rekannya untuk memutar arah Inalahi, untuk mengambil traktor, sekira sekitar jam 01.30 mereka kemudian berhenti di pinggir jalan, SU lalu menyuruh MI dan TA untuk turun dari mobil dan mengambil mesin tersebut yang diparkir di dekat lokasi pemotongan kayu.

Keesokan harinya, masyarakat yang mengetahui alat traktor tersebut telah hilang, merekapun melapor ke Mapolres Konawe.

“Setelah, kami mendapat informasi dari pengaduan masyarakat yang diterima pada 7 September 2021 tentang adanya pencurian, tim langsung bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” jelas pria dengan dua melati di pundak ini.

Dari hasil penyelidikan oleh tim khusus yang di pimpin oleh Kasat Reskrim Polres Konawe menemukan beberapa barang bukti yang mengarah kepada tsrsangka. Pengejaran dan penangkapanpun dimulai.

“Masing-masing tersangka mempunyai peran dalam menjalankan modus operandi kejahatan tersebut. Dalam melakukan aksinya, para pelaku membagi beberapa tim,” jelasnya.

Ada yang berperan pengamat di lapangan, kemudian ada yang berperan sebagai sopir, dan ada yang berperan sebagai pengambil barang.

“Barang bukti yang diamankan ada empat mesin traktor merk Yenmar. Dari hasil pengembangan, disita lagi dua traktor. Jadi barang-barang yang dijual tersangka, hasilnya dibelikan lagi dua buah traktor,” jelasnya.

Polisi juga mengamankan dua mobil pengangkut barang curian para pelaku. Kini polisi juga tengah melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku lainnya, termasuk pengembangan penyeledikan barang bukti yang sudah dijual tersangka.

“Kami sudah kantongi identitas pelaku yang buron, kepada tersangka agar segera menyerahkan diri, cepat atau lambat pasti akan ditangkap. Saya perintahkan Kasatrekskrim dan tim khususnya untuk segera melakukan penangkapan,” tegasnya.

Ia menguraikan, setiap unit traktor yang dicuri dijual Rp1 hingga Rp5 juta. TKP-nya berbeda-beda, sekitar 10 sampai 15 TKP. Semua pelaku berprofesi sebagai petani. Tersangka dijerat pasal 362 KUHP subsider pasal 363 KUHP ayat 1 dengan ancaman 7 tahun penjara.

Penulis : Fii Amanillah

  • Bagikan