Jasad Mahasiswa UHO Butuh Rp32 Juta, Dekan: Ditanggung Kampus, Kalau Ada yang Minta Dana Jangan Dilayani

  • Bagikan
Jenazah Aprianus T dikirm melalui kargo pesawat dari Kendari ke Pulau Nias, Medan. (Foto: dok)

GATENEWS – KENDARI : Aprianus Telaumbanua, mahasiswa Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Univesitas Halu Oleo Angkatan 2017, meninggal dunia pada hari Minggu 11 Juli 2021 sekira pukul 14.50 Wita di RSUD Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Janazahnya harus dipulangkan ke kampung orang tuanya di Desa Sawawuyu Pulau Nias Medan, Sumatera Utara.

Oleh Dokter yang merawat, dr. Irsan, dalam surat keterangan kematian resmi, pria 23 tahun itu dinyatakan meninggal karena gagal sirkulasi napas akibat penyakit Meningitis plus Sepsis yang dideritanya. Hasil pemeriksaan Laboratorium Patologi Klinik RSUD Kota Kendari menyatakan mendiang Aprianus negatif Covid-19 sesuai Rapid Test Antigen SARS-CoV-2.

Masalahnya, pemulangan jenazah Aprianus ke Pulau Nias butuh biaya yang mencapai Rp32 juta untuk sampai di rumah duka. Sehingga menimbulkan empati dari berbagai kalangan, terutama kawan-kawannya di kampus. Inisiatif untuk mengumpulkan donasi pun tercetus. Selebaran untuk membantu meringankan dana pemulangan jenazah telah disebar. Rekening BRI atas nama Abimanyu Galuh Prayoga Yudha menjadi pusat penyaluran donasi.

Namun rupanya biaya itu telah dibayarkan oleh pihak kampus. Dekan Fakultas Pertanian Prof. Marsuki Iswandi, melalui Ketua Jurusan Agroteknologi Dr. Nini Mila Rahni menjelaskan, bahwa semua biaya itu sudah dilunasi, sehari setelah kematian almarhum.

Kwitansi biaya pemulangan jenazah Aprianus T dari Kendari ke Pulau Nias, Medan. (Foto: dok)

“Biaya pemulangan jenazahnya yang 32 juta itu sudah ditanggung oleh UHO. Rute kepulangan jenazah Kendari-Medan-Pulau Nias,” jelas Dr. Nini kepada wartawan.

Jenazah Aprianus dikirim ke kampungnya melalui fasilitas jasa Sang Torayan Ambulance, yang diterbangkan menggunakan kargo pesawat Citilink Airlines. Dalam kwitansi nomor 02/ST/VII/2021 yang ditandatangan bermaterai Direktur Sang Torayan Ambulance, Desnal Teken, biaya paket pemberangkatan jenazah sebesar Rp32 juta telah dilunasi pada tanggal 12 Juli 2021.

Rinciannya, peti + baju jenazah Rp7 juta, memandikan + suntik formalin Rp2,5 juta, kargo jenazah + dokumen Rp15 juta, dan biaya ambulans dari Bandara KNO ke Pulau Nias Rp7,5 juta.

Rincian biaya pemulangan jenazah Aprianus T dari Kendari ke Pulau Nias, Medan. (Foto: dok)

“Intinya UHO membiayai semua. Karena anak itu mahasiswa Bidik Misi, jadi kalau ada oknum yang meminta dana untuk memulangkan jenazah, jangan dilayani,” kata Dekan FP Prof Marsuki yang disampaikan Dr. Nini kepada media.

Pihak kampus mengkhawatirkan, rekening donasi yang dibuka untuk alasan biaya pemulangan jenazah disalahgunakan oknum tertentu. Sebab biaya tersebut sudah lunas dibayar pihak kampus.

Editor: Gugus Suryaman

  • Bagikan