Pandemi, PT VDNI Tak Ada PHK, Karyawan Merasa Beruntung

  • Bagikan
Pandemi, PT VDNI Tak Ada PHK, Karyawan demi, Merasa Beruntung

GATENEWS-KONAWE:- Dua tahun pendemi berlangsung, banyak perusahaan yang gulung tikar, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan terjadi hampir semua wilayah di Indonesia. Namun hal tersebut tidak terjadi di perusahaan mega industri smelter PT VDNI (Virtue Dragon Nickel Indonesia). Perusahaan yang berbasis di Morosi Konawe ini, sama sekali tidak merumahkan satupun karyawannya.

Padahal, karyawan sempat dibuat was-was karena kapan saja bisa saja dirumahkan tanpa mendapatkan gaji sama sekali hingga PHK tanpa ada pesangon. Dua di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) dengan Investasi Rp 36 Triliun ini, tetap melakukan aktivitas normal dan berhasil mempertahankan omset.

Banner

Untuk mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, PT VDNI dan PT OSS, hanya memberlakukan Work From Home (WFH) sebagian Karyawan dengan tetap memberikan gaji pokok tanpa potongan apapun.

Seperti yang dirasakan Jamaluddin (37) yang berstatus Pegawai Divisi Bahan Bakar Minyak, PT VDNI, dia mengaku sangat beruntung telah menjadi Karyawan perusahaan terbesar di Sultra ini, karena dimasa Pandemi pada akhir tahun 2020 dan pertengahan tahun 2021 sangat banyak pekerja terkena PHK.

“Sangat bersyukur bisa menjadi Karyawan PT VDNI, karena kalau bukan jadi Karyawan PT VDNI dimasa Pandemi lalu saat pandemi sedang marak sudah pasti akan terkena PHK, karena saat itu ada PHK besar-besaran dibanyak perusahaan dan saya merasa beruntung jadi Karyawan disini disaat masa pendemi seperti sekarang,” katanya.

Warga Desa Rumbia Kecamatan Bondoala ini, mengaku, sempat dirumahkan dan wajib isolasi mandiri, oleh pihak Perusahaan, karena saat itu hasil Rapid Testnya Positif dan terpaksa diistirahatkan, kendati demikian, Jamal tetap menerimah haknya secara utuh.

“Sempat takut dirumahkan, karena setahu saya dirumahkan berarti tidak terima gaji, adapun terima pasti hanya setangah atau tidak ada sama sekali. Tapi pas tanggal gajian ternyata masuk gajiku pokoknya tidak ada potongan sama sekali,” ujarnya.

Senada dengan itu, Firman (27) juga pernah merasakan hal serupa, warga Desa Puurui, Kecamatan Morosi ini juga pernah positif covid-19, hingga harus istirahat di rumah.

“Saat itu perusahaan sangat ketat dengan aturan yang dibuat oleh Pemerintah, Protokol Kesehatan menjadi syarat untuk bekerja karena kalau tidak taat prokes akan dikenakan sanksi berat hingga Pemecatan,” katanya.

Operator di PT OSS ini, mengaku saat dirinya harus di rumahkan oleh perusahaan, rasa bingung dan takut pun menjadi beban pikirannya saat diakhir tahun 2020. Karena jangan sampai dirinya menjadi salah satu Karyawan yang akan terkena PHK karena Pandemi.

“Saya takut, bagaimana saat itu banyak mi info PHK besar-besaran dibanyak perusahaan, tapi Allhamdulillah saya hanya dirumahkan, dan tetap mendapatkan gaji pokok 100 persen. Dan ini yang membuar saya bangga menjadi salah satu bagian dari PT VDNI dan PT OSS, karena perusahaan tersebut sangat memperhatikan Karyawannya,” ujarnya.

Setelah dirumahkan selama Dua bulan oleh perusahaan, Firman kembali dipanggil bekerja oleh pihak perusahaan. Dan selama dirumahkan dirinya selalu menerima gaji pokok 100 persen meskipun hanya tidur-tidur saja dirumah dan kini masih berstatus Karyawan Tetap PT OSS dengan gaji Rp 6 Jutaan.

“Dimasa Pandemi saat itu semua orang mengeluh, tidak ada penghasilan, dipecat dan lain-lain. Allhamdulillah saya Karyawan PT OSS masih menerima gaji meskipun dirumahkan. Dan itu bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesejahtraan Karyawannya di Masa Pendemi,’ tutupnya.

  • Bagikan