Viral TKA Kuliti Buaya, Manajemen OSS Minta Maaf Pekerjanya Tidak Tahu Aturan

  • Bagikan
Viral TKA Kuliti Buaya, Manajemen OSS Minta Maaf Pekerjanya Tidak Tahu Aturan

GATENEWS – KONAWE : Foto tenaga kerja asing yang sedang menguliti Buaya beredar di media sosial dan menghebohkan warga Sulawesi Tenggara sepekan belakangan ini. Diketahui TKA yang menyembelih Buaya tersebut merupakan pekerja di perusahaan tambang di Kabupaten Konawe, Sultra.

Para pekerja yang tampak dalam foto, terlihat santai mengolah hewan tersebut layaknya sedang memotong daging kurban untuk dijadikan santapan. Mereka juga masih memakai pakaian kerja khas perusahan tambang.

Sontak aksi tersebut munai reaksi dari berbagai pihak, terutama pemerhati flora dan fauna, tak terkecuali Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA). Apalagi Buaya salah satu hewan yang dilindungi keberadaannya di Indonesia.

Manajemen PT Obsidian Stainless Steel (OSS), perusahaan tambang yang beroperasi di Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe meminta maaf atas tindakan TKA tersebut yang ternayata pekerjanya.

Juru bicara manajemen PT OSS, Tommy menjelaskan, tindakan yang dilakukan para TKA asal Tiongkok itu terjadi secara spontan. Mereka tidak tahu tentang aturan perlindungan hewan di Indonesia.

“Jadi buaya tersebut akan dikonsumsi oleh mereka, dan untuk aturan Buaya dilarang dibunuh mereka tidak tahu. Olehnya itu dengan tindakan tersebut kami pihak Manajemen PT OSS meminta maaf atas tindakan tersebut dan memastikan tindakan serupa tidak akan terjadi lagi,” ucapnya.

Menurut Tommy, foto yang beredar tersebut diambil oleh karyawan lokal PT OSS, kemudian disebarkan di media sosial karena dianggap sesuatu yang unik.

“Pekerja juga yang foto spontan karena mungkin tidak pernah melihat hal tersebut jadi difoto dan disebar di Medsos,” ujarnya.

Lanjut Tommy, Buaya tersebut didapatkan TKA yang bekerja di pabrik pemurnian Nikel dari masyarakat setempat yang menjual pada mereka. Masyarakat menangkap buaya tersebut di sekitaran Sungai Pohara.

“Jadi TKA dapat Buaya itu dari masyarakat yang menjual, dimana setelah masyarakat menangkap Buaya itu kemudian menawarkan kepada TKA,” tutupnya.(Rls)

  • Bagikan