Apdesi Konkep Ancam Penjarakan LSM Pemfitnah

  • Bagikan
Pengacara Apdesi Konkep, Hasrun, Herianto Halim, Jamal Aslan, dan Ajimi (Foto: dok/GATENEWS.ID)

GATENEWS.ID: KONAWE KEPULAUAN – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) makin gerah dengan ulah sejumlah oknum yang sengaja mencari-cari kesalahan para kepala desa, hanya dengan mengandalkan asumsi sepihak. Bahkan menuduh tanpa bukti lalu melaporkan kepada aparat penegak hukum, demi keuntungan pribadi.

Dewan Pengurus Cabang Apdesi Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), mengancam siapa saja yang mengusik kepala desa dengan laporan palsu ataupun fitnah, lalu menyebarkannya kepada masyarakat. Pengacara Apdesi Konkep, Hasrun, Herianto Halim, Jamal Aslan, dan Ajimi, menjanjikan penjara bagi oknum anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang melakukan tuduhan tanpa bukti.

“Jangan coba-coba memuat laporan palsu ke APH. Bukan keuntungan yang diperoleh, malah bisa kena pidana, bahkan bukan tak mungkin masuk penjara,” ujar Hasrun kepada media.

Ketua DPC Apdesi Konkep, Asnal, melalui pengacaranya akan melaporkan kasus dugaan pengaduan dan pemberitahuan palsu dan/atau pengaduan fitnah, yang dilakukan oknum LSM nakal terhadap 11 desa di Konkep.

Pengacara DPC Apdesi Konkep, Hasrun menyebutkan, kasus ini terjadi pada Rabu 24 Maret 2021 lalu. Oknum LSM mengirim pengaduan kepada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, dengan dugaan penyalagunaan dana desa dan anggaran dana desa tahun anggaran 2018, 2019, dan 2020.

Para kuasa hukum Apdesi bersepakat, melaporkan oknum LSM tersebut berdasarkan Pasal 317 KUHP, yang menyebutkan “Barangsiapa dengan sengaja mengajukan pengaduan atau pemberitahuan palsu kepada penguasa, baik secara tertulis maupun untuk dituliskan, tentang seseorang sehingga kehormatan atau nama baiknya terserang, diancam karena melakukan pengaduan fitnah, dengan pidana penjara paling lama empat tahun”.

Hasrun menilai, oknum LSM yang melaporkan 11 kepala desa di Kabupaten Konkep, secara regulasi tidak memiliki alat bukti atas pengaduannya dan hanya mendalilkan adanya audit secara mandiri oleh oknum tersebut terkait kinerja para kepala desa.

“Sehingga kami dari pengacara APDESI Kabupaten Konawe Kepulauan merasa gerah atas sikap, pernyataan, dan pengaduan dan pemberitahuan palsu kepada negara oleh LSM tersebut,” kata Hasrun.

Senada dengan itu, Ketua Apdesi Asnal mengingatkan masyarakat tidak terpengaruh dengan berita tersebut.

“Saya selaku Ketua Apdesi Konkep mengingatkan warga, agar tidak terpengaruh oleh berita-berita miring yang tidak jelas kebenarannya. Mari kita bersatu dalam memajukan desa ini, janganlah melakukan fitnah terhadap kepala desa serta perangkat desa yang dapat memecah belah,” ujar Asnal.

Apalagi, katanya, saat ini para Kades fokus pada pembangunan desa dan menghadapi bulan Ramadan. Asnal juga berpesan untuk menguatkan persatuan demi kemajuan desa yang ada di Konkep, sehingga dapat bersaing dengan desa lain yang ada di Sulawesi Tenggara.

“Alangkah baiknya, kalaupun ada masukan atau kritikan terhadap kepala desa yang ada di Kabupaten Konawe Kepulauan, kita dudukkan sehingga dapat membantu kemajuan desa di bidang apa saja. Oleh karena itu, saya menghimbau kepada warga, janganlah percaya dengan berita miring,” imbuhnya.

Asnal menegaskan, dia bersama para kepala desa, perangkat desa, serta lembaga desa, terus mengupayakan terbebas dari ketertinggalan pembangunan yang disebabkan adanya wabah Covid-19.

“Sekali lagi saya selaku Ketua Apdesi mengajak dan mengimbau masyarakat, agar menyelidiki terlebih dahulu kebenaran informasi yang muncul sehingga tidak merugikan orang lain,” tandasnya.

  • Bagikan