Bantuan Sembako Covid-19 Pemprov Sultra Dipolitisasi di Kolaka Timur

  • Bagikan
Tangkapan Layar Rekaman Video Penyerahan Bantuan Pemprov Sultra yang Diduga Dipolitisasi di Kolaka Timur.

GATENEWS – KOLAKA TIMUR: Penyerahan bantuan sembako Pemprov Sulawesi Tenggara bagi warga terdampak Covid- 19 yang disalurkan di Desa Loka, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur pada 3 Juni 2020 lalu diduga dimanfaatkan salah satu calon kepala daerah sebagai sarana kampanye pemilihan bupati.

Dugaan pemanfaatan bantuan sebagai sarana kampanye terlihat dari video yang diunggah akun Nono Sidupa di media sosial Facebook pada 4 Juni 2020.

Ads

Dialog dalam video tersebut, pihak penyalur bantuan sembako berkata kepada masyarakat yang menerima bahwa bantuan tersebut merupakan sumbangan Bupati Kolaka Timur saat ini.

“Ini bantuan Pak Tony, salamnya Pak Tony, salamnya Pak Tony. Janganmiki pilih yang lain, karena dia perhatikanki orang,” kata salah seorang dalam video yang memberikan bantuan kepada warga.

Tampak Kepala BPBD Kolaka Timur, Ansarullah bersama Kepala Dinas DPM-PTSP, H Uddin bersama staf membagikan sembako seraya menyampaikan dengan menggunakan bahasa daerah kepada warga bahwa bantuan tersebut merupakan bantuan dari Bupati Kolaka Timur, Tony Herbiansyah.

“Tarimato inono ari ne beliau, inono ari Pak Bupati, laika memarhatikan miu (Terima ini bantuan dari beliau, Pak Bupati masih memperhatikan kalian),” kata Ansarullah dalam video tersebut.

Di video lain, Ansarullah dan Uddin kembali menyampaikan perkataan yang hampir sama kepada penerima bantuan.

“Ini bantuan Pak Tony, salamnya Pak Tony, janganmiki pilih yang lain karena dia perhatikanki orang,” kata yang menyerahkan bantuan kepada warga dalam video.

Saat dikonfirmasi mengenai kebenaran video tersebut, Ansarullah membenarkan jika dirinya bersama Uddin menyalurkan bantuan dari provinsi melalui birokrasi Koltim.

“Iya benar, dua hari lalu kami menyalurkan bantuan kepada masyarakat,” katanya.

Nono Sidupa, warga Kolaka Timur yang juga mengunggah video tersebut meminta pihak Bawaslu Kolaka Timur agar bersikap.

“Tolong Bawaslu Kolaka Timur tindak tegas ini ASN yang melakukan pembohongan dan Kampanye kampungan. Ini bantuan provinsi bukan bantuan pribadinya Pak Tony maupun Pemda koltim. Pemda Koltim punya anggaran sendiri untuk Covid-19. Kenapa bantuan provinsi diatasnamakan yang lain pakai embel- embel ‘jangan pilih yg lain’. Kampungan memang ini Kepala BPBD & Kadis DPM-PTSP Kolaka Timur,” kata Nono.

  • Bagikan