Buton Selatan Dilirik Investor Korea Selatan

  • Bagikan
Plt. Bupati Buton Selatan, La Ode Arusani (kacamata hitam) saat mendampingi investor Korea Selatan. (Foto Novrizal R TopaGateNews.Id)

GATENEWS.ID: BUSEL – Limpahan potensi laut di Buton Selatan ternyata menjadi magnet tersendiri bagi daerah yang dipimpin Bupati La Ode Arusani tersebut.

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Buton Selatan, Nafiruddin kepada GateNews.Id mengungkapkan potensi laut berupa ikan layang, tongkol, cakalang, dan tuna.

Potensi itulah yang memikat investor Korea Selatan di bawah bendera PT BAM. Keseriusan perusahaan Negeri Ginseng ini dikuatkan dengan rencana mereka membangun cold storage modern di Buton Selatan.

Untuk mendukung pembangunan itu dari sisi pasokan listrik, perusahaan ini juga berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Pada kunjungan yang kedua ini, para investor turun langsung ke Kecamatan Kadatua dan Siompu yang rencana menjadi lokasi pembangunan PLTS, Kamis (29/8/2019).

“Karena pulau ini masih kekurangan energi, mereka akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di semua pulau yang ada di Kabupaten Buton Selatan,” ungkap Nafiruddin, Jumat (30/8/2019).

Perusahaan ini nantinya akan bekerjasama dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Buton Selatan.

“Dalam waktu dekat akan diadakan kapal dengan kapasitas 3-4 gross ton untuk armada penangkap tuna, 700 kapal, dan 700 rumpon,” kata Nafiruddin.

Nafiruddin juga mengisyaratkan investasi ini nantinya akan melibatkan masyarakat setempat. Bantuan kapal diakuinya nanti akan diberikan langsung ke penerima manfaat.

Menyangkut tenaga kerja, Nafiruddin mengaku pihaknya belum menghitung jumlah yang dibutuhkan. Namun, ia meyakinkan proyek ini nantinya akan menyerap tenaga kerja yang besar.

“Yang jelas pemerintah berharap proyek ini dapat memberikan manfaat yang besar terhadap masyarakat Busel, baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya,” katanya.

Nafiruddin mengaku Plt. Bupati Buton Selatan telah merespon keinginan para investor tersebut dengan berupaya menyiapkan berbagai hal yang diperlukan agar seluruh proses berjalan lancar tanpa mengangkangi aturan.

Arusani sendiri mengakui dalam pengembangan perikanan di wilayahnya sangat membutuhkan armada dan teknologi penangkapan ikan.

Hal itu dinilainya perlu untuk membantu nelayan dalam meningkatkan hasil produksi, efisiensi dalam melakukan kegiatan penangkapan, serta menjaga kualitas ikan untuk menjaga stabilitas harga.

“Untuk menjaga itu keberadaan cold storage kapasitas besar sangat dibutuhkan, alhamdulillah pihak investor justru siap untuk merealisasikannya,” pungkas politisi PDIP ini.

Laporan: Novrizal R Topa

  • Bagikan