DPRD Sultra Sepakat Tolak Kedatangan Ratusan TKA Asal China

  • Bagikan
DPRD Sultra Sepakat Tolak Kedatangan Ratusan TKA Asal China

GATENEWS – KENDARI: Dalam situasi pandemi globar Covid-19, tersiar rencana kedatangan 500 tenaga kerja asing asal Chini ke Sulawesi Tenggara. Kabar itu sontak membuat sejumlah pihak di Sultra satu suara, menolak rencana tersebut. DPRD Sulawesi Tenggara lalu menggelar rapat paripurna pada Rabu (29/04/2020) menyikapi kabar dan respon di publik.

Beberapa waktu lalu saat Sultra mulai memerangi Covid-19, di saat yang sama 49 TKA masuk melalui Bandara Haluoleo. Sultra seketika menjadi perbincangan nasional di tengah pandemi Covid-19.

Ads

“Bukan kita anti terhadap warga asing, tapi kondisi saat ini masyarakat sedang berjuang melawan wabah virus corona,” kata Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Saleh.

Para anggota DPRD Sultra yang lain menilai pemerintah pusat terkesan tak serius dalam melindungi keselamatan rakyat Indonesia pada umumnya.

Anggota Komisi III DPRD Sultra, Sudirman menegaskan, bahwa pihaknya menolak permanen kedatangan para TKA di Sultra.

Anggota Fraksi PKS DPRD Sultra, Muhammad Poli bahkan mengancam jika pemerintah pusat masih memberikan peluang bagi kedatangan TKA di Sultra, ia bersama anggota dewan separtainya akan melalukan aksi penolakan di Bandara Haluoleo.

“Kami anggota dewan dari PKS di provinsi, Konawe, Kendari, dan Konsel akan berada bersama di barisan yang menolak kedatangan para TKA tersebut. Kami akan menolak mereka di Bandara Haluoleo,” katanya saat berbicara dalam rapat.

“Perusahaan merumahkan karyawannya untuk memutus mata rantai penyebaran Corona, tetapi di tengah kebijakan itu kenapa justru TKA yang didatangkan. Ini kan aneh,” tambahnya.

Berdasarkan hasil rapat tersebut, akhirnya seluruh fraksi, yakni PAN, Golkar, Demokrat, PDIP, PKS, Gerindra, NasDem, dan Fraksi Kebangkitan Pembangunan Nurani Rakyat (PKB, PBB, dan Hanura) menyepakati penolakan kedatangan TKA asal China di Sultra.

  • Bagikan