PT BIG Bantah Paksa Warga Jual Lahan

  • Bagikan
ilustrasi

GATENEWS – KENDARI: PT Bhisi Industry Grup (BIG) yang bakal beroperasi di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara diterpa isu tak sedap. Perusahaan yang berinvestasi di bidang baja tersebut dituding dalam pembebasan lahan melakukan pemaksaan kepada warga agar menjual tanah mereka.

Kabar miring tersebut dibantah Site Opration Manager PT BIG, Dr. Abas. Menurutnya, PT BIG tak pernah memaksa warga untuk menjual lahan mereka ke perusahaan.

Ads

“Itu tidak benar,” bantah Abas kepada media beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, dalam pembebasan lahan tak ada paksaan dan sebelumnya sudah dilakukan survei harga baik dari aspek harga pasar maupun NJOP.

“Proses ini sudah dilakukan sosialisasi baik secara formal maupun informal. Proses pengukuran dan pembayarannya pun dilakukan secara transparan dengan menerima komplain untuk diselesaikan di desa,” ” terang Abas.

“Konflik yang terjadi umumnya di antara keluarga pemilik lahan baik dalam soal saling klaim maupun sengketa batas yamg tidak ada hubungannya dengan kita,” tambah Abas.

Abas merincikan, lahan yang dibebaskan PT BIG seluas 1000 hektar dan dilakukan dua tahap. Pada tahap awal ditarget seluas 800 hektar dan sisanya pada tahap selanjutnya.

Pada tahap awal ada 730 orang yang memiliki luas lahan totalnya memenuhi target 800 hektar. Para pemilik lahan kemudian mau menandatangani MoU karena telah menerima kesepakatan dengan pihak perusahaan,” jelasnya.

Sejumlah kesepakatan di luar harga lahan bakal diterima warga yang menjual lahannya berupa pemberian bonus uang tunai, bantuan biaya pendidikan ketika perusahaan mulai beroperasi, serta adanya jaminan keluarga pemilik lahan dapat menjadi karyawan di perusahaan.

  • Bagikan