Tampung Tenaga Medis Covid19, Hotel Claro Tak Batasi Interaksi Tamu

  • Bagikan

GATENEWS.ID: KENDARI – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid19) masih akan berlangsung lama, diperkirakan bahkan sampai tiga bulan ke depan. Ketakutan masyarakat akan penyebaran virus ini semakin meningkat. Sebab jumlah orang dengan status positif Covid mengalami peningkatan. Bahkan sudah sampai di kampung kampung.

Tak ayal, para petugas medis yang menjadi garda terdepan pun menjadi sasaran. Mereka tampak kewalahan. Pandemi ini menyita tenaga dan waktu, hingga harus mengorbankan kebersamaan dengan keluarga. Padahal pemerintah sudah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di mana-mana.

Ads

Di Kota Kendari Sulawesi Tenggara, dua hotel kenamaan, Hotel Claro dan Hotel Zahra, menjadi lokasi penginapan para petugas medis. Hotel Claro menampung petugas medis dari RS Bahteramas sedangkan Hotel Zahra Syariah menjadi lokasi isolasi para petugas medis RSUD Kota Kendari.

Bedanya, petugas medis di Claro, ada yang bertugas di ruang isolasi pasien Covid, IGD, serta penanganan pasien dalam pengawasan (PDP) lainnya dari RS Provinsi Bahteramas. Sedangkan di Zahra, hanya petugas medis dari RSUD Kota Kendari yang notabene tidak ada PDP Covid.

Anehnya, petugas medis yang diinapkan di Claro tidak diisolasi atau mendapat perlakuan khusus untuk mencegah kemungkinan adanya penyebaran paparan virus Corona. Mereka hanya mengikuti prosedur standar layaknya tamu hotel lainnya, seperti menjaga jarak, mencuci tangan, penyemprotan disinfektan dan screening suhu. Selebihnya, baik pelayanan maupun fasilitas hotel, disamakan dengan tamu lainnya.

Berbeda dengan di Hotel Zahra, bagian Front Office ditutup plastik sehingga terhindar dari kemungkinan paparan tamu lewat udara. Area publik dibatasi, resto ditutup, ruang tunggu tak dipakai, bahkan untuk sarapan tamu diberikan melalui kotak makanan untuk menghindari kontak karyawan hotel dengan tamu.

Perlakuan tamu khusus Claro ini mendapat reaksi dari sejumlah karyawan hotel. Kepada media ini, beberapa karyawan mengaku was was bahkan takut. Sebab di lain sisi mereka ingin bekerja untuk mendapat gaji, sedangkan di sisi lain dihantui paparan virus mematikan. Meski para petugas medis itu sudah disterilkan saat meninggalkan RS, namun tak menutup kemungkinan ada yang terpapar seperti beberapa petugas medis di daerah lain yang menangani Covid.

“Kita ini sudah berusaha ikut memutus mata rantai penyebaran virus dengan libur tanpa gaji dua minggu, sekarang kita dihadapkan dengan petugas medis yang menangani virus itu. Sementara perlakuan mereka sama dengan tamu lainnya, kan tidak lepas dari interaksi,” kata salah satu karyawan senior yang meminta dirahasiakan namanya diamini kawannya.

Marketing Communication Hotel Claro yang dikonfirmasi Selasa (21/4/2020), Richy, mengakui pihaknya menampung para petugas medis RS Bahteramas itu selama tiga bulan ke depan dengan jumlah sekira 80 orang. Namun ia tak dapat memastikan mereka yang bertugas langsung menangani pasien Covid atau bukan.

“Tapi kami tetap memberikan perlakuan khusus seperti mencuci tangan, penyemprotan disinfektan sebelum masuk hotel, screening dan menjaga jarak. Bahkan untuk ambil kunci kamarnya kami sudah siapakan tempat sendiri sesuai namanya masing-masing,” jelas Richy sambil mengiyakan pelayanan sama dengan tamu lainnya di semua fasilitas hotel sejak cek in pada Selasa 21 April 2020 siang.

  • Bagikan